BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 29 Agustus 2011

Lebaran.. (for me)Between Me, My Self, and God..

Setelah sebulan penuh melihat peristiwa dimana orang – orang dengan “ajaib”nya melakukan ibadah, sekali lagi “hanya” sebulan, setelah itu gak tau deh ngapain (bukan bermaksud men-jugde orang). Secara pribadi, saya sangat senang melihat pemandangan tersebut, dimana semua orang sangat taat melakukan kewajibannya sebagai umat islam. Masjid – masjid penuh pun terlihat penuh, mulai dari shubuh hingga isya’, belum lagi ketika datang waktunya sholat tarawih, just amazing. Semuanya berlomba – lomba mengumpulkan amal ibadah sebanyak – banyaknya. Dulu ketika kita semua ada di bangku sekolah dasar, penjelasan tentang hikmah idul fitri dimana semua orang kembali fitrah,suci seperti bayi yang baru lahir,dosa – dosa yang pernah kita lakukan dihapuskan, dll, membuat kita sangat antusias mendengarnya.

Bertambah dewasa, tua tepatnya, jalan pikiran ini pun semakin rumit. Pemikiran – pemikiran tentang segala sesuatu yang telah ada juga muncul, entah darimana datangnya, atau memang sifat manusia seperti ini, no one knows. Pengalaman mengenai kejadian – kejadian yang pernah terjadi di masa lalu menimbulkan kebimbangan tersendiri, bukan berarti hilang keyakinan. Antara benar dan salah akan suatu hal dipertanyakan kembali, baik aturan – aturan yang telah baku secara hukum, maupun agama.

Masih ingat berkah hari raya idul fitri? Ya benar, dosa – dosa kita di masa lalu terampuni. Pokoknya semua orang kembali menjadi suci, layaknya kertas putih yang belum ada coretan tinta yang berwarna hitam di dalamnya. Tapi pertanyaannya, yang sampai sekarang terus muncul dalam diri ini, apakah ketika ada orang melakukan tindak kejahatan, merampok, mencuri, tindak penganiayaan, hingga membunuh misalnya, juga akan menjadi suci di bulan ramadhan, serta dihilangkan dosa – dosa yang telah mereka lakukan tadi? Berarti enak dong, sebelum ramadhan atau sebelum hari raya idul fitri, semua orang ramai – ramai doing very bad things, toh ntar juga pasti diampuni dan dihapus waktu lebaran tiba. Well , ketika mulai menulis tulisan ini, saya sadar akan ada beberapa pihak yang akan menganggap saya adalah orang yang hilang kepercayaan dan keyakinan terhadap Tuhan-nya. But hold on, saya juga pernah menjalani pendidikan di sekolah islam, mulai niat sholat lima waktu, berbagai macam shalawat, hingga doa sapu jagat pun, I’ve been through it, walaupun saya bukan orang yang taat agama, sholat 5 waktu pun banyak yang masih bolong sih.

Ok, kembali lagi ke topik, sekali lagi ini adalah pemikiran seorang manusia yang mencoba mencari suatu pencerahan tentang beberapa hal. Apakah seseorang yang melakukan tindak kejahatan tadi ada jaminan mereka tidak melakukannya lagi dan lagi..? apabila tidak ada, maka sungguh kasihan melihat korban – korban kejahatan mereka. Setahun penuh merampok, mencuri, menganiaya, menyakiti orang lain, hingga membunuh, terhapuskan ketika lebaran tiba. Tindakan yang membuat seseorang kehilangan harta bendanya, fine, kalau masalah duniawi bisa dicari penggantinya, tetapi bagaimana yang kehilangan sanak saudaranya, apabila keluarga tersebut bisa menerima dengan lapang dada, no problem, tapi bagaimana dengan yang tidak bisa ikhlas menerima kenyataan tersebut? Inilah yang menjadi pergolakan di dalam batinku, terlepas Allah SWT mempunyai rencana sendiri terhadap kaumnya.

I knew it, I knew its gonna happen again, dari tahun ke tahun, ada saja yang tetap tidak bisa termaafkan secara ikhlas oleh hati ini. Sulit untuk melupakan kejadian di masa lalu mungkin telah menjadi salah satu sifatku. Dan ketika kejadian itu merupakan suatu hal yang sangat hurt so bad di hidupku, memaafkan secara ikhlas, sekali lagi, secara ikhlas, adalah sesuatu yang amat sangat berat untuk dilakukan. Kalau hanya sekedar memaafkan dalam kata – kata, everyone can do it, tapi untuk apa jika dalam hati kita masih nggrundel? Atau setelah kita bermaaf-maafan, dan orang itu pergi, kita membicarakan kesalahan yang dia perbuat kepada kita dulu? Not worth it at all..

Parahnya ketika momen lebaran tiba, diri ini hanya bisa diam ketika orang tersebut berjabatan tangan dan meminta maaf saya, hanya sebuah senyuman kecil terasa menyimpul dari bibir ini. Dalam hati saya hanya berkata, Tuhan ampunilah hamba mu ini yang masih tidak dapat menerima permintaan maaf dari (saudara)nya, hanya kepada Engkau lah aku meminta maaf dan meminta ampunan. Itulah yang terjadi pada lebaran tahun kemarin, dan sepertinya, tahun ini semakin bertambah dosa – dosaku, karena masih tidak bisa memaafkan dengan ikhlas semua kesalahan – kesalahan yang telah orang – orang tersebut perbuat. Pasti ada sebagian pihak yang berpendapat, kenapa tidak bisa memaafkan mereka? Tuhan mu saja Maha Pengampun, kenapa kita tidak? Sudahlah, berbesar hati saja jadi orang, kalau mereka telah berbuat kesalahan yang menyakitimu, Tuhan pasti punya cara sendiri untuk membalas perbuatan mereka.. Atau, perbanyak ibadah, minta petunjuk kepada-Nya, agar dimudahkan segala masalahmu..

Apapun yang kalian pikirkan, segala hal yang akan kalian sarankan, yakinlah, sudah saya coba lakukan semuanya, tapi tetap saja belum ada hasil. Jangankan untuk berjabat tangan dengan orang – orang tersebut, ketika bertemu secara tidak sengaja ataupun hanya mengobrol melalui fb, Cwwiinnkk….!! memori tentang segala apa yang mereka lakukan pun secara otomatis akan muncul dengan sendirinya. Kita harus siap menanggung dosa – dosa akibat perbuatan kita sendiri, seperti yang telah saya ceritakan diatas. Entah sampai kapan sifat yang unforgivable ini bersemayam di dalam diri, kalaupun seterusnya akan seperti ini, well saya sudah siap dengan resiko apapun yang akan saya terima. Bagiku, sekali lagi, Tuhan punya cara sendiri untuk memberikan sebuah reward kepada umatnya, entah itu baik maupun buruk, once again its only about me, my self and God…

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah all…

Sorry… I Still Can’t Forgive You This Year..

Ketika Musik Menjadi Inspirasi Seseorang - Dari Musik Rock Yang Menggetarkan Telinga Hingga Aliran Melayu Yang Mendayu-dayu

Di mulai pertama kali oleh seorang Wolfgang Amandeus Mozart, kemudian berganti Ludwig Von Beethoven yang lantunan pianonya berhasil membuat orang –orang diseluruh dunia seakan-akan terbang ke alam mimpi ketika mendengarnya, Elvis Presley, Kenny G yang dengan saxofon­-nya dapat menimbulkan romansa tersendiri bagi pendengarnya, hingga sekarang masuk pada jamannya Metallica, Limp Bizkit, kOrn, Akon, Jason Mraz, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri, musik juga mempunyai sejarah yang cukup panjang. Alm. Gesang menciptakan lagu Bengawan Solo, Waljinah dengan irama keroncong dan suaranya yang khas, Koes Plus, lalu menuju generasi yang ada sekarang seperti, Slank dengan salam perdamaiannya, Dewa, Gigi, hingga para pendatang baru ST.12, Kangen Band dengan irama khas melayunya yang membuat orang-orang lemas tak berdaya, Hijau Daun, Omelette, dan sebagainya.

..I kept everythings inside and even know I tried..it had feels apart.. what it meant to me well eventually be a memory of a time..I tried so hard and got so far.. in the end it does’nt even matter.. I had to fall and lose it all.. but in the end.. it does’nt even matter..”

Penggalan lirik lagu dari band manca Linkin Park tersebut terdengar begitu membahana dari sebuah kamar yang berukuran 3x3 meter. Terdapat seseorang yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan membiarkan jari jemarinya menari-nari diatas keyboard sambil mengangguk-anggukkan kepalanya menikmati alunan musik tadi. Itu hanya contoh dari sedikit fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dimana setiap kegiatan apapun selalu diselingi dengan yang namanya Musik.

Sudah lebih dari dua jam, kamar tersebut dipenuhi oleh suara2 musik yang membuat gendang telinga ini ikut melompat mengikuti irama tersebut. Suara yang berasal dari luar kamar seakan-akan tidak dapat menembus kerasnya alunan lagu. Akan tetapi, berkali-kali tombol backspace yang terdapat di keyboard tertekan dan terdengar juga suara kejengkelan. Suara musik yang di iringi dengan keyboard menjadikan perpaduan nada yang sangat unik dalam kamar tersebut. Pelan-pelan dia melangkahkan kaki, kemudian tanpa menungggu komando, tangannya mengambil benda yang berbentuk bulat tipis yang di salah satu sisi dari benda itu mempunyai tekstur warna yang mengkilap. Ketika melihat sisi yang satunya, ada semacam cetakan gambar sangat halus memperlihatkan sekelompok grup musik asal negeri Paman Sam, Linkin Park. Dengan sekejap, CD tersebut dia masukkan ke dalam CD ROOM yang telah tertanam di dalam computernya. Album kedua dari grup band tersebut akhirnya meneriakkan suaranya. Irama lagu ini semakin bertambah cepat dan keras. Kepalanya tak henti-hentinya bergoyang kesana kemari layaknya sebuah carousel di taman bermain anak-anak. Setelah rileks sejenak mendengarkan lagu, jari-jarinya melanjutkan untuk mengetik kembali. Tak seberapa lama kemudian, dia mengangkat kedua tangannya keatas sambil meneriakkan kata-kata keberhasilan melakukan sesuatu. Benar saja, tugas yang sejak lama dikerjakan, akhirnya terselesaikan juga. Tidak lupa, CD case yang bergambarkan para personil band mancanegara tadi, dia angkat tinggi-tinggi, lalu berkata, “you’re my inspiration..!!”

Hal-hal semacam itu sering kita temukan ketika berkunjung ke sebuah kamar seseorang. Baik ketika sedang mengerjakan tugas, bermain game, ataupun hanya sekedar melakukan diskusi antar teman, musik seolah-olah menjadi media yang tepat untuk mencairkan suasana. Musik juga dapat mewakili perasaan seseorang. Suasana romantis bagi sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta dapat di bangun dengan adanya sebuah musik yang mendukung. Getaran –getaran asmara pun akan semakin terasa.

Seperti pada malam itu (15/07) 2009 lalu, ketika ada sepasang muda-mudi yang bisa di bilang sedang menjalin hubungan asmara, tiba di sebuah cafĂ© ice cream khas kota malang yang terletak di kawasan kayutangan. Bagaikan sepasang Romeo dan Juliet, keduanya saling berpegangan tangan dengan begitu erat, sangat serasi kedua makhluk tersebut. Setelah mencari tempat duduk yang dirasa nyaman, kemudian sang Romeo memesan sesuatu kepada seseorang pelayan cewek, yang saat itu mengenakan pakaian serba putih layaknya seorang peri. Lama berdiskusi, akhirnya Romeo kembali duduk bersandingan dengan sang Juliet. Lima menit berlalu, pesanan yang diharapkan pun tiba. Semangkuk Spaghetti Ice Cream dengan taburan saus blackberry dan dihiasi topping buah strawberry yang dibelah menjadi dua, seakan-akan ada dua hati berada di atas ice cream tersebut. Dibawah buah strawberry tadi, ada tulisan yang berasal dari coklat dengan kalimat “a Juliet con affetto”. Tak lama kemudian, sang Romeo mengeluarkan benda dari saku celananya. Sebentuk Iphone berwarna biru, yang kemudian diletakkan tepat di tengah-tengah meja tadi.

“..Kuyakin engkau bidadari dalam tidurku..Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu..Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku..Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu..”

Alunan syahdu dari grup musik Kangen Band tersebut begitu meresap ke dalam jiwa. Mereka menyanyikannya secara bergantian, begitu hafal dan sangat serasi bagaikan sekelompok burung yang berkicau di pagi hari, saling bersaut-sautan. Hingga akhirnya, Keduanya pun larut di dinginnya kota malang.

Sepercik cerita tadi menunjukkan bahwa, setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda dalam memilih musik. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa, setiap kata atau kalimat yang keluar dari sebuah lagu, dapat menjadikan semacam inspirasi tersendiri bagi masing-masing individu.

So, let the music flows on your soul & you’ll get very exciting experience with that...!!

See Ya... n AlwaysStop Piracy..

Cellphones... The Never Ending Problems..

Perkembangan teknologi komunikasi akhir – akhir ini , khususnya handphone telah menjadi sesuatu hal yang tanpa batas. Bukan hanya orang dewasa yang dapat menggunakannya, tetapi anak – anak kecil pun juga dapat. Bahkan, anak – anak tersebut kadangkala lebih mengetahui model – model terbaru dari beberapa merk handphone.
Sejarah handphone sendiri memiliki cerita yang beragam. Dahulu, ketika pertama kali muncul, dengan teknologi monochrome, dan hanya dilengkapi fasilitas telephone & sms, merupakan barang yang sangat mewah. Saat itu juga hanya di dominasi beberapa merk saja, seperti Nokia, Siemens, Ericssons. Namun sekarang, seiring berkembangnya teknologi, para produsen lebih kreatif dalam memproduksi handphone. Beragam merk pun muncul, Blackberry (BB), Samsung, Panasonic, Motorolla, Apple IPhone, dan tentu saja merk – merk China yang banyak di buru beberapa orang karena faktor harga seperti, Nexian, K-Touch, Huawei, D-One, dll. Bukan hanya sekedar untuk telephone & sms, tetapi lebih mengarah ke alat multimedia. Mulai dari memainkan musik, film, merekam video, memotret, hingga jelajah dunia internet. Bahkan, ada salah satu merk handphone, “BB” yang mempunyai fasilitas messenger antar pengguna, layaknya sebuah yahoo messenger, asalkan memiliki merk yang sama. Para remaja yang memang secara garis besar adalah pengguna teknologi, pasti dengan senang hati menikmati layanan – layanan tersebut.
Dan berbicara tentang remaja, pasti tidak jauh – jauh dengan yang namanya anak sekolahan, yang rata – rata mulai dari smp sampai sma. Semua orang mengetahui, bahwa anak – anak sekolah jaman sekarang sangat jauh berbeda penampilannya, apalagi menyangkut barang kesukaannya. Walaupun tidak smuanya, tapi setiap anak sekarang mempunyai handphone sendiri – sendiri. Dan modelnya pun bisa di bilang sangat up to date dengan model – model handphone yang sedang trend saat ini. Pertanyaannya, sangat penting kah alat tersebut, mengingat status mereka yang masih tergolong anak sekolahan?
Ketika melewati sebuah sekolah menengah atas di Jl.Veteran kota malang, dan saat itu jam pulang sekolah, sekejap ada pemandangan yang cukup menarik. Yaitu para murid yang berdiri sejajar di trotoar, mungkin sedang menunggu mikrolet ataupun jemputan, dengan tangan yang semuanya memegang handphone. Layaknya etalase di sebuah toko, dimana terdapat patung model pakaian, diam tak bergerak. Hanya saja, murid – murid tersebut jemarinya sibuk bermain dengan keypad dan ada beberapa yang menempelkannya di telinga. Serupa dengan anak –anak sekolah menengah pertama, yang ada di daerah Batu, tidak ada yang berbeda. Jangankan anak – anak SMP atau SMA, toh murid SD saja saat ini kebanyakan juga memiliki handphone qwerty atau touch screen.
Sedikit flashback, ketika dulu setiap remaja mempunyai prestasi yang bagus di sekolahnya, apalagi kalau hasil rapotnya grade A semua, para orang tua dengan bangga akan mengajak anaknya tersebut untuk jalan – jalan ke sebuah tempat sebagai bentuk hadiahnya. Ketika ada perayaan ulang tahun pun juga begitu, banyaknya hadiah yang di terima memberkan kesan tersendiri bagi yang merayakannya. Bagaimana dengan sekarang? Yups.. anak – anak atau remaja tersebut sudah mempunyai keinginan tersendiri tentang apa yang mereka inginkan. Jauh – jauh hari mereka sudah “request” kepada orang tuanya, “ma/pa, ntar kalau nilaiku bagus, aku belikan hape ya?”, atau “kalau nilaiku bagus belikan hape yang baru ya, hape yang lama sudah kuno”. Dan ketika sebuah kado ulang tahun dibuka, tanpa ada handphone di dalamnya, ada perasaan semacam kecewa yang terungkap dari raut wajah mereka.
Tidak hanya itu saja, keberadaan handphone saat ini telah memunculkan sebuah komunitas di beberapa kelompok masyarakat. Contoh yang paling nyata adalah BBM Community yang merupakan perwujudan para pengguna BB Messenger untuk menjalin keakraban antara satu sama lain, yang tentunya hanya pemilik Blackberry saja yang dapat bergabung. Baru – baru ini juga muncul kabar, bahwa salah satu S.M.A.N di kota Surabaya sebagian besar murid nya memakai BB untuk berkomunikasi. Disini kita bisa bahwa budaya imitasi sudah sedemikian jauh mempengaruhi masyarakat. Kenapa sampai disebut seperti itu? Penjelasan yang paling mudah adalah, ketika anak – anak tersebut memakai BB, entah murni untuk komunikasi atau sebagai gaya, tidak mungkin hanaya sekedar inisiatif dari diri mereka sendiri. Pastinya, ada acuan dari seseorang maupun lingkungan tempat mereka tumbuh. Selain itu, ketika BB telah sampai dalam penggunaan anak – anak sekolah, walaupun tidak tersirat secara jelas, namun akan mengakibatkan adaya jarak antara murid satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, fasilitas messenger yang menjadi keunggulan handphone BB meyebabkan hanya murid tertentu, yang menggunakan BB juga, dapat menjalin pertemanan. Sementara anak – anak lainnya, tetap bisa berteman, namun akan ada semacam ketidakakraban antara mereka. Selain itu, kepemilikan BB membuat beberapa orang merasa, strata sosial dirinya lebih dari yang lain, karena sekali lagi, image yang di bentuk handphone BB adalah orang – orang menengah keatas. Hal inilah yang dikhawatirkan saat para anak - anak sekolah memiliki barang tersebut. Akan menjadi suatu hal yang sangat menakutkan, ketika masih berada di tingkat sekolah, harus mengalami gap social dan sindrom superioritas dalam hal pertemanan.
Sejauh itukah, pengaruh dari teknologi handphone membius para remaja sekarang ini? Pertanyaan – pertanyaan semacam ini terus muncul dalam benak saya dan mungkin setiap orang. Kontrol orang tua sangat diperlukan dalam masalah yang seperti ini. Pembatasan atas segala keinginan anak harus diterapkan seefektif mungkin. Kita tidak bisa, hanya karena ingin menyenangkan hati sang anak, apapun yang mereka inginkan, kita turuti. Kalau keinginan tersebut mempunyai dampak yang bagus, boleh – boleh saja. Tetapi, jika seperti kasus diatas, dimana anak tersebut menjadi seseorang yang selektif dalam menjalin pertemanan, hanya karena sebuah handphone, sungguh sangat ironis sekali. Sebenarnya, kebutuhan untuk berkomunikasi antara orang tua dan anak tetap bisa dilakukan tanpa harus bingung memikirkan, media apa yang harus digunakan. Seandainya memang dibutuhkan sebuah media, yaitu handphone, tidak harus yang sedang trend atau mewah sekali.
Problema seperti ini harusnya menjadikan sebuah pembelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi remaja yang umumnya mempunyai rasa penasaran cukup tinggi. Tidak selamanya mengikuti perkembangan arus teknologi akan berdampak positif. Tetapi, terlalu menutup diri terhadap teknologi juga tidak dianjurkan, mengingat jaman sekarang ini adalah jaman dimana segala akses terhadap informasi dapat dengan mudah kita dapatkan apabila kita menguasai teknologi yang ada. Jadi dengan kata lain, kita adalah filter teknologi bagi diri kita sendiri.

Arivederci .. See U Next Time..