Di mulai pertama kali oleh seorang Wolfgang Amandeus Mozart, kemudian berganti Ludwig Von Beethoven yang lantunan pianonya berhasil membuat orang –orang diseluruh dunia seakan-akan terbang ke alam mimpi ketika mendengarnya, Elvis Presley, Kenny G yang dengan saxofon-nya dapat menimbulkan romansa tersendiri bagi pendengarnya, hingga sekarang masuk pada jamannya Metallica, Limp Bizkit, kOrn, Akon, Jason Mraz, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri, musik juga mempunyai sejarah yang cukup panjang. Alm. Gesang menciptakan lagu Bengawan Solo, Waljinah dengan irama keroncong dan suaranya yang khas, Koes Plus, lalu menuju generasi yang ada sekarang seperti, Slank dengan salam perdamaiannya, Dewa, Gigi, hingga para pendatang baru ST.12, Kangen Band dengan irama khas melayunya yang membuat orang-orang lemas tak berdaya, Hijau Daun, Omelette, dan sebagainya.
“..I kept everythings inside and even know I tried..it had feels apart.. what it meant to me well eventually be a memory of a time..I tried so hard and got so far.. in the end it does’nt even matter.. I had to fall and lose it all.. but in the end.. it does’nt even matter..”
Penggalan lirik lagu dari band manca Linkin Park tersebut terdengar begitu membahana dari sebuah kamar yang berukuran 3x3 meter. Terdapat seseorang yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan membiarkan jari jemarinya menari-nari diatas keyboard sambil mengangguk-anggukkan kepalanya menikmati alunan musik tadi. Itu hanya contoh dari sedikit fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dimana setiap kegiatan apapun selalu diselingi dengan yang namanya Musik.
Sudah lebih dari dua jam, kamar tersebut dipenuhi oleh suara2 musik yang membuat gendang telinga ini ikut melompat mengikuti irama tersebut. Suara yang berasal dari luar kamar seakan-akan tidak dapat menembus kerasnya alunan lagu. Akan tetapi, berkali-kali tombol backspace yang terdapat di keyboard tertekan dan terdengar juga suara kejengkelan. Suara musik yang di iringi dengan keyboard menjadikan perpaduan nada yang sangat unik dalam kamar tersebut. Pelan-pelan dia melangkahkan kaki, kemudian tanpa menungggu komando, tangannya mengambil benda yang berbentuk bulat tipis yang di salah satu sisi dari benda itu mempunyai tekstur warna yang mengkilap. Ketika melihat sisi yang satunya, ada semacam cetakan gambar sangat halus memperlihatkan sekelompok grup musik asal negeri Paman Sam, Linkin Park. Dengan sekejap, CD tersebut dia masukkan ke dalam CD ROOM yang telah tertanam di dalam computernya. Album kedua dari grup band tersebut akhirnya meneriakkan suaranya. Irama lagu ini semakin bertambah cepat dan keras. Kepalanya tak henti-hentinya bergoyang kesana kemari layaknya sebuah carousel di taman bermain anak-anak. Setelah rileks sejenak mendengarkan lagu, jari-jarinya melanjutkan untuk mengetik kembali. Tak seberapa lama kemudian, dia mengangkat kedua tangannya keatas sambil meneriakkan kata-kata keberhasilan melakukan sesuatu. Benar saja, tugas yang sejak lama dikerjakan, akhirnya terselesaikan juga. Tidak lupa, CD case yang bergambarkan para personil band mancanegara tadi, dia angkat tinggi-tinggi, lalu berkata, “you’re my inspiration..!!”
Hal-hal semacam itu sering kita temukan ketika berkunjung ke sebuah kamar seseorang. Baik ketika sedang mengerjakan tugas, bermain game, ataupun hanya sekedar melakukan diskusi antar teman, musik seolah-olah menjadi media yang tepat untuk mencairkan suasana. Musik juga dapat mewakili perasaan seseorang. Suasana romantis bagi sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta dapat di bangun dengan adanya sebuah musik yang mendukung. Getaran –getaran asmara pun akan semakin terasa.
Seperti pada malam itu (15/07) 2009 lalu, ketika ada sepasang muda-mudi yang bisa di bilang sedang menjalin hubungan asmara, tiba di sebuah cafĂ© ice cream khas kota malang yang terletak di kawasan kayutangan. Bagaikan sepasang Romeo dan Juliet, keduanya saling berpegangan tangan dengan begitu erat, sangat serasi kedua makhluk tersebut. Setelah mencari tempat duduk yang dirasa nyaman, kemudian sang Romeo memesan sesuatu kepada seseorang pelayan cewek, yang saat itu mengenakan pakaian serba putih layaknya seorang peri. Lama berdiskusi, akhirnya Romeo kembali duduk bersandingan dengan sang Juliet. Lima menit berlalu, pesanan yang diharapkan pun tiba. Semangkuk Spaghetti Ice Cream dengan taburan saus blackberry dan dihiasi topping buah strawberry yang dibelah menjadi dua, seakan-akan ada dua hati berada di atas ice cream tersebut. Dibawah buah strawberry tadi, ada tulisan yang berasal dari coklat dengan kalimat “a Juliet con affetto”. Tak lama kemudian, sang Romeo mengeluarkan benda dari saku celananya. Sebentuk Iphone berwarna biru, yang kemudian diletakkan tepat di tengah-tengah meja tadi.
“..Kuyakin engkau bidadari dalam tidurku..Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu..Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku..Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu..”
Alunan syahdu dari grup musik Kangen Band tersebut begitu meresap ke dalam jiwa. Mereka menyanyikannya secara bergantian, begitu hafal dan sangat serasi bagaikan sekelompok burung yang berkicau di pagi hari, saling bersaut-sautan. Hingga akhirnya, Keduanya pun larut di dinginnya kota malang.
Sepercik cerita tadi menunjukkan bahwa, setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda dalam memilih musik. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa, setiap kata atau kalimat yang keluar dari sebuah lagu, dapat menjadikan semacam inspirasi tersendiri bagi masing-masing individu.
So, let the music flows on your soul & you’ll get very exciting experience with that...!!
See Ya... n AlwaysStop Piracy..

0 komentar:
Posting Komentar