BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 10 Juni 2009

pengamen???? between job, destiny, social relationship,or just looking for fun…???

pengamen???? between job, destiny, social relationship,or just looking for fun…???



Di antara kita masih ada yang ngeh sama Pengamen ga’? Waktu ngeliat pengamen di stopan lampu merah, mendatangi kita yang lagi naik angkot, atau di bis-bis, bahkan yang sering mendatangi rumah kita? Apa yang terlintas di benak kita ketika melihat seorang pengamen? Melecehkannya, mengasihaninya, memandang dengan sebelah mata atau bahkan membencinya karena merasa terganggu dan menganggap itu pekerjaan hina?

Dari pemantauan secara langsung dan ketika aku juga ikut yaa… ngmen sebentar lah……di jalan, dengan menjadi seorang pengamen jalanan pula di daerah Karang Ploso,Lawang, Pasar Batu, dan kawasan lainnya, aku mengetahui motif orang-orang yang memilih mencari uang dengan menjadi Pengamen jalanan. Sebenarnya para pengamen itu tidak berminta untuk menjadi Pengamen kalau tidak terpaksa. Setidaknya, kebanyakan pengamen adalah yang karena terpaksa. Jika masih ada pekerjaan yang lebih baik, mungkin para pengamen akan lebih memilih untuk bekerja.

Berikut beberapa alasan atau motivasi seseorang menjadi Pengamen;
1. Faktor Pengangguran. Karena tidak punya pekerjaan tetap dan putus asa selalu ditolak oleh semua perusahaan yang dilamarnya
2. Tidak punya keahlian/skill yang bisa diasah untuk dijadikan bekal dan modal untuk menghasilkan uang
3. Malas. Merasa Ngamen adalah cara yang paling gampang untuk menghasilkan uang daripada bekerja atau berwira usaha dengan penghasilan yang tidak mencukupi.
4. Idealis. Orang yang memilih mengamen karena idealismenya ini biasanya orang yang tidak mau bekerja pada orang lain dan diatur orang lain. Baik dalam hal waktu, tempat kerja, jabatan terutama gaji. Artinya, orang idelais yang sekaligus egois ini terlalu pilih-pilih dalam mencari pekerjaan
5. Side Job. Untuk memperoleh penghasilan lebih dari penghasilan tetapnya yang tidak seberapa.
6. Frustasi dan mencari pelampiasan. Bisa yang karena Broken Home atau Broken Heart.
7. Mengembangkan hobi dan bakat bermusik seperti melatih kualitas suara atau vokal, mengasah skill bermain alat musik seperti gitar, biola, kendang dsb.
8. Karena Paksaan atau suruhan orang lain. Biasanya motif seperti ini adalah para pengamen cilik yang disuruh orang tuanya atau bahkan dipaksa preman jalanan setempat.

9. Ada juga yang cuma pagi , siang, malam mengamen hanya untuk berfoya - foya seperti buat minum - minuman keras, narkoba, memperluas wilayah kekuasaannya tearhadap area/daerah tertentu, dsb.

Intinya ada dua alasan utama kenapa orang ngamen: Yang terpaksa dan yang enggak terpaksa. Yang terpaksa (ataupun dipaksa) adalah yang bisa dimaklumi sedangkan yang enggak terpaksa belum tentu enggak bisa dimaklumi.

0 komentar: